Langsung ke konten utama

Postingan

Membumikan Portal Rumah Belajar

Tugas peserta pembaTIK level 3 setelah kegiatan bimtek antara lain : 1. Menyempurnakan video pembelajaran 2. Melakukan sosialisasi portal rumah belajar seluas-luasnya kepada guru dan siswa, bahkan orang     tua siswa dan masyarakat umum Saya sendiri memulai kegiatan ini dari rumah, sekolah, dan Dinas Pendidikan Kota Baubau. Tentu harus mencari waktu luang agar tidak mengganggu tugas utama sebagai guru di sekolah. Bersyukur, karena sebagian besar kalangan mendukung program ini. Semoga langkah selanjutnya dimudahkan.... aamiin
Postingan terbaru

Keseruan Bimtek pembaTIK Level 3 Provinsi Sultra

Suatu hal yang patut disyukuri dan membanggakan, betapa tidak hasil kerja keras dan perjuangan melelahkan membuahkan hasil sesuai harapan. Lolos di pembaTIK (bimtek pembelajaran berbasis TIK) level 3 Sultra merupakan harapan semua peserta dari level sebelumnya. Setelah dua level sebelumnya dilaksanakan dalam bentuk daring (online), level 3 dilaksanakan dalam bentuk luring (tatap muka). Banyak materi penting yang disajikan dalam bimtek level 3 ini, antara lain materi tentang pembelajaran yang inovatif, dan yang paling penting dan merupakan materi baru buat guru adalah materi tentang cara membuat video pembelajaran mulai dari menyusun storyline, menyiapkan aset yang diperlukan, melakukan syuting, lighting, kameramen, editing video dan masih banyak lagi

Seleksi Duta Rumah Belajar

Apa itu Duta Rumah Belajar? Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran GRATIS dari pemerintah yaitu Rumah Belajar (belajar.kemdikbud.go.id) Manfaat Menjadi Duta Rumah Belajar Menjadi wajah perwakilan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan, terutama Rumah Belajar Berkesempatan mengikuti bimbingan teknis pengembangan bahan ajar berbasis TIK baik di pusat maupun daerah Berkesempatan dilibatkan pada acara dan kegiatan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan baik di pusat maupun daerah Bertemu dan bertukar wawasan dengan guru-guru berprestasi dari seluruh provinsi di Indonesia Tahapan pelaksanaan pemilihan Duta Rumah Belajar melalui program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) yang meliputi : 1. Bimtek Daring Level 1 (Literasi TIK) 18 Maret - 18...

Mengenal Lebih Dekat Portal Rumah Belajar

Rumah belajar adalah portal yang menyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi untuk berinteraksi antar komunitas. Rumah belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0. rumah belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru semua jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP, SMA/SMK. Dengan rumah belajar kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. kabar baiknya lagi, seluruh konten dalam rumah belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis . Rumah belajar memiliki banyak fitur menarik, antara lain : 1. Sumber Belajar     Sumber belajar menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar     disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi,     simulasi, evaluasi dan permainan. 2. Kelas Digital     Kelas digital dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual antara guru     dan siswa. Guru...

Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru professional. Guru profesional memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi peserta didik ditentukan oleh faktor guru. Dengan demikian maka...

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Sebagai agen pembelajaran, guru dituntut untuk meningkatkan keprofesiannya secara terus menerus melalui berbagai upaya antara lain melalui pelatihan, kegiatan karya tulis ilmiah, dan kegiatan keprofesionalan lainnya. Di samping itu, berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, guru dipersyaratkan melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan agar dapat naik pangkat ke jenjang berikutnya. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada pe...

Belajar Etika di Negeri Sakura

Jepang sebagai salah satu negeri yang maju memiliki sistem publik yang teratur dan benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Kehidupan ekonomi atau strata ekonomi masyarakatnya relatif sama. Berbeda di tanah air, Indonesia Nampak jelas perbedaan status ekonomi seseorang dari penampilan. Jadi di Jepang boleh dikatakan tidak ada yang terlalu kaya dan tidak ada yang terlalu miskin. Merekapun rata-rata sopan-sopan  dan taat aturan , misalnya di jalan raya,  yang punya kendaraan roda empat memberikesempatan jalan kepada yang beroda dua. Istilah orang sana, pejalan kaki menjadi raja di sini. Umumnya di Jepang penduduknya lebih menyukai berkendaraan dengan sepeda. Mental orang Jepang memang tidak dididik untuk minder ataupunsombong. Mereka memandang semua orang harus dihormati siapapun dia. Bila seorang pejalan kaki menghalangi jalan orang yang bersepeda, akan kita dapatiantara si pejalan kaki dan si pengendara sepeda akan sama-sama mengucapkan kata“sumimasen atau gomen” ya...